
1. Perbandingan Gaji Minimum 2026
Salah satu hal utama yang paling sering dibandingkan antara Jepang dan Korea Selatan adalah besaran gaji pokok. Pada tahun 2026, kedua negara kembali menaikkan standar upah untuk menyesuaikan kondisi ekonomi dan inflasi.
Korea Selatan
Korea Selatan menerapkan sistem upah minimum nasional yang berlaku sama di seluruh wilayah.
- Upah minimum per jam: sekitar 10.320 KRW
- Estimasi gaji bulanan: sekitar 2,1 juta KRW
- Jika dirupiahkan, pendapatan pokok berada di kisaran Rp25 jutaan per bulan
Jepang
Jepang menggunakan sistem upah berdasarkan prefektur atau wilayah kerja, sehingga nominalnya bisa berbeda-beda.
- Rata-rata upah per jam: sekitar 1.130 JPY
- Gaji bulanan berkisar 185.000–215.000 JPY
- Jika dikonversi ke rupiah, sekitar Rp19–22 jutaan per bulan
Kesimpulan
Secara nominal, gaji pokok di Korea Selatan masih lebih tinggi dibanding Jepang.
2. Potongan Gaji Wajib
Selain nominal gaji, pekerja juga harus memahami potongan yang berlaku setiap bulan.
Potongan di Jepang
Jepang memiliki sistem asuransi dan pajak yang cukup lengkap.
Beberapa potongan utama meliputi:
- Asuransi kesehatan
- Dana pensiun
- Pajak penghasilan
- Pajak penduduk
Total potongan biasanya berada di kisaran 20–25% dari gaji bulanan.
Potongan di Korea Selatan
Korea Selatan juga memiliki sistem asuransi sosial, namun total potongannya cenderung lebih ringan.
Potongan meliputi:
- Dana pensiun
- Asuransi kesehatan
- Asuransi kerja
- Pajak penghasilan
Total potongan rata-rata sekitar 15–18%.
Kesimpulan
Take-home pay pekerja di Korea Selatan umumnya terasa lebih besar karena potongannya lebih kecil dibanding Jepang.
3. Peluang Lembur
Lembur menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi pekerja migran.
Korea Selatan
Korea dikenal memiliki jam kerja lembur yang tinggi, terutama di sektor pabrik dan manufaktur. Banyak pekerja bisa memperoleh total gaji hingga Rp30–40 juta per bulan ketika lembur sedang ramai.
Jepang
Jepang lebih ketat dalam aturan lembur sejak reformasi sistem kerja diberlakukan. Pendapatan memang lebih stabil, tetapi peluang lembur besar tidak sebanyak Korea.
Kesimpulan
Jika mengejar penghasilan tinggi dari lembur, Korea Selatan lebih unggul.
4. Biaya Hidup
Besarnya gaji juga harus dibandingkan dengan pengeluaran sehari-hari.
Jepang
Biaya hidup di Jepang relatif lebih stabil, terutama di daerah luar kota besar. Banyak perusahaan juga menyediakan asrama murah bagi pekerja asing.
Korea Selatan
Harga makanan dan kebutuhan pokok di Korea Selatan cenderung lebih mahal, terutama buah, sayur, dan biaya tempat tinggal.
Kesimpulan
Jepang dinilai lebih hemat dan nyaman untuk biaya hidup jangka panjang.
5. Peluang Karier dan Visa
Jepang
Program SSW atau Tokutei Ginou memberikan peluang bekerja jangka panjang, bahkan membuka kesempatan membawa keluarga dan mengurus izin tinggal permanen.
Korea Selatan
Korea juga mulai membuka peluang visa kerja jangka panjang, tetapi persaingannya cukup ketat dan menggunakan sistem poin.
Kesimpulan Akhir
Pilih Korea Selatan jika:
- Fokus mengumpulkan uang dalam waktu singkat
- Siap kerja lembur dengan jam kerja tinggi
- Ingin gaji bulanan lebih besar
Pilih Jepang jika:
- Mengutamakan kualitas hidup dan kenyamanan kerja
- Ingin belajar skill teknis dan pengalaman kerja profesional
- Memiliki rencana tinggal jangka panjang di luar negeri
Pada akhirnya, Jepang dan Korea Selatan sama-sama menawarkan peluang besar bagi pekerja Indonesia. Tinggal disesuaikan dengan tujuan, kemampuan, dan rencana masa depan Anda.





